part 7 - BoSan
Hampir dua bulan sudah aku mencicipi pahit manisnya kota ini. Roda waktu
terus berputar sementara aku belum jadi apa-apa. Masih banyak hal yang harus
kupelajari dan kutekuni dengan sungguh-sungguh tapi sangat sukar rasanya untuk
menapaki jalan ini.
Setiap hari dengan kegiatan yang sama dalam sepekan. Benar-benar sangat
membosankan. Bangun sebelum fajar menyingsing lalu beranjak ke madrasah setelah
selesai shalat subuh. Selepas adzan dzuhur berkumandang, kugerek tas dan siap-siap kembali ke
asrama merebahkan lelah. sebab, belajar Setengah hari itu lebih terasa capeknya
ketimbang seharian mencangkul kebun .
Tapi, memang seperti itulah karakteristik orang indo yang cepat merasa
bosan. aku pun tak terkecualikan. Maklum, karakter indo masih melekat dalam darahku. Untuk merubah sebuah watak pun tak semudah
membalikkan telapak tangan. Plek langsung jadi seperti para pesulap. rekonstruksi karakter baru harus tekun seperti tukang bangunan yang menyusun batu bata.
Tapi mau bagaimana lagi. Belajar adala pilihan yang telah kubuat. Tak peduli
seberat apapun resikonya. Sekalipun aku selalu jatuh bangun lalu berdarah-darah
dalam prosesnya, itupun tidak masalah bagiku. Aku bukan orang suci yang tak
pernah salah dan keliru. Jadi peristiwa tersebut kuanggap wajar-wajar saja.
Sekalipun rasa bosan sering menghampiri dan memenjara sebagian kewajiban
sebagai pelajar, hal itu bukanlah hal yang harus disesali. Bosan adalah resiko
dari kebiasaan yang selalu berulang. Sebab, jiwa manusia sebagai sesuatu yang
dinamis akan selalu menuntut hal-hal yang baru. Sekali lagi, bosan itu wajar
saja. Hingga, Bosan yang berentetan pada akhirnya akan membuatku bosan untuk bosan. itu
yang tidak biasa.
#P_U
To be
continued,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar