Part 8 - GerSanG
Karena semakin bertumpuknya kaidah-kaidah di setiap
lembaran itu, menyita sebagian besar waktuku untuk memperhatikannya. Aku harus
lebih girang membolak baliknya dengan maksud menjaganya dalam ingatan. Meresapi
pergerakan baris demi baris yang selalu membawa makna baru dan berbeda. saya
kira itu salah satu seni yang aku jumpai dalam belajar.
Bererapa hari belakangan ini aku memang benar-benar bosan
dengan belajar. Bukannya tak tahu akan buah yang kupetik nanti denganya, hanya
saja karena waktu itu tak kunjung kutemui indahnya. Belajar ilmu-ilmu nalar itu
memang seperti mematung di tengah padang pasir. Kering tandus tak berair namun
kau harus tetap bertahap hidup dengan panasnya. Orang-orang yang bisa bertahan
di atas padang sahara akan menjadi manusia kokoh dengan berbegai persoalan
hidupnya nanti. Makanya tak heran kemudian jika pasar-pasar ilmu nalar
seringkali terlihat sepi dibanding dengan ilmu-ilmu rasa yang mengobok qalbu.
Membuatnya melayang dengan bait-bait puitisnya. Sementara nalar kebalikan
kontra dari itu semua.
Acapkali aku harus berhenti mengikuti alur setiap kalimat
yang membuat nalarku keselek berkali-kali. Jika belum faham maka tarpaksa aku
mengulang-ulangnya bagai untaian dzikir hingga tersingkap makna darinya. Itu
yang kumaksud sangat melelahkan dari tulisanku sebelumnya. Berakit-rakit kehulu
bersenang kemudian. Saya kira untaian pepatah yang dilebur Bung Roma dalam
lagunya itu adalah jawaban tepat dalam kasus ini. Ya, aku harus tetap menjaga setiap
lelah yang datang menghampiri.
Tapi nyatanya aku buka hero yang semangatnya selalu
membara. Juga bukan Einstein dengan IQ nya di atas rata-rata yang bisa memecahkan
semua masalah. Beberapa hal terkadang sangat sukar untuk diselami, apalagi jika
hanya membawa petunjuk-petunjuk universal di sekelilingnya. Itu lebih
merepotkan nalar lagi. Harus aku mengumpulkan beberapa asumsi sekalipun hanya
1% kemungkinan benarnya, lalu menggugurkan satu persatu darinya hingga tersisa
kemungkinan yang paling mendekati kesesuaian dengannya. Dan untuk masalah yang
belum aku pecahkan, tunggu di sana hingga nalarku agar lebih matang lagi.
#p_u
To be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar