Part 6 - Syarat
Aku juga adalah
seseorang yang bergelut dalam dunia agamis. Sekalipun aku terkadang bergamis
tapi sama sekali tak menganggapnya sebagai bagian dari agama. Hanya sekedar
ahlak semata, sebab itulah kebiasaan orang-orang arab. Hidup berbaur dalam
lingkungan mereka pun harus mempelajari kebiasaanya. Di sini pengemis pun
memakai gamis, tapi sama sekali tak dianggap sebagai orang yang mumpuni dalam
agama. Beda lagi mungkin jika menemukan orang bergamis di negeri asalku. "Ini
pasti ustadz" gumam sebagian orang. Tertawa sendiri aku memikirkannya.
Belajar
ilmu agama tak seperti ilmu-ilmu lain. Dia itu bersyarat. Orang yang tak
bertuhan pun bisa menjadi dokter. Tapi apakah seorang ulama' bisa dari orang-orang atheis? Jawabannya pasti tidak. Mereka yang bergelut dalam dunia agamis
harus benar-benar bisa memenuhi syaratnya. Jika tidak, maka bala' akan menimpa.
Mereka
yang menjual agama lahir karena tidak memenuhi syarat dalam menuntut ilmu agama.
Itu sudah pasti. Lalu apa syaratnya? Syaratnya tidak banyak, tidak lebih dari
tiga dan dua yaitu taqwa. Mereka yang sama sekali tak memilki takwa dalam
qalbunya hanya akan berakhir menjadi orang yang memperdagangkan agama. Mudah-mudahan
saja aku tak ikut terlibat dalam kasus kriminal ini. Masalahnya yang mengakimi
bukan hukum kenegaraan, tapi hukum ilahiyyat. Saya kira itu lebih parah lagi. Pokoknya
hati-hati saja deh.
Sudahlah,
aku yakin jika yang kutulis ini adalah hal yang sensitif. Akan banyak pasti
yang sinis ketika membacanya. Tapi bodoh amat dan peduli amat. Aku hanya
menulis untuk menasehati diriku sendiri, jika ada merasa tersinggung, ya,,harus
intropeksi diri dong. Saya kira nalarnya pun masih bisa memahami, kecuali
mungkin akan bergesekan dengan kepentingan-kepentingan duniawi. Kalau berkaitan
dengan itu aku angkat tangan. Sebab akan sangat susah melubangi batu dengan
setetes air.
Sekali
lagi aku masih seorang pelajar. Dan belum tentu juga imanku akan kuat jika
berada di posisi para pedagang itu. 100 juta, 1 M bayangkan saja jikalau dapat
tawaran segede itu. siapa yang gak ngiler coba? itu bisa buat beli segudang seperangkat
alat solat dan dibayar tunai. Kira-kira cukuplah buat mahar. Hehehe..
#p_u
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar