Part 11 - BeRiNgaS
DI BawAh BeriNgIN.
Empat kali sudah
sudah kembang api menyembur di bawah pohon beringin, ikut membawa jiwa-jiwa
yang tak berdosa hilang bersamanya. Tak ada kesan indah yang ditinggalkan,
hanya tersisa panik dan ketakutan menggentayangan. Biar saja takut dan resah
bersorak meriah mengutuknya. “Enyahlah setan-setan sesat, aku terlalu kuat
untuk kau robohkan” ujar si beringin.
Ramai sekarang
di negeriku. Bermula dari menebar bibit-bibit kebencian, saling mengolok,
mencaci, semua sesaki hingga ke lorong-lorong pulau. Seolah sudah menjadi seperti budaya. Apalagi, menjelang
perebutan kursi kekuasaan, semuanya tumbuh dan bereproduksi lebih cepat dari
semestinya.
Beberapa hari
yang lalu, Semua menuai buahnya. Ledakan bom terjadi secara beruntun. Apa yang
kau tanam, itu pula lah yang kau panen. Bagiku, kejadian ini tak terjadi begitu
saja. Ini adalah buah dari bibit-bibit keburukan yang kita tanam sendiri. Tak perlu
sok menyalahkan, sebab kita sendiri yang sukarela menyiraminya hingga tumbuh
pesat dan berbuah. Ini mestinya jadi bahan refleksi buat kita untuk kedepannya.
Bahwa, untuk sampai pada masayarakat yang tentram dan damai, adalah salah jika
melakukannya dengan metode yang licik.
Dari Surabaya ke
sidoarjo sudah membekas. korban berserakan di tempat kejadian. Entah semua itu
dalam rangka apa, jelasnya, ini sudah bertindak di luar sisi kemanusiaan. Entah
pelakunya mau di sebut dengan teroris, jihadis, ataukah oposisi. Jelasnya, nurani manapun tak terima dengan
kejadian ini. Tapi, dengan mengutuk mereka sama saja dengan kembali menanam
bibit keburukan. Dan kedepannya, akan ada lagi sesuatu yang lebih mengerikan
dari apa yang terjadi hari ini.
Semestinya kita
melotot dan belajar banyak dari kejadian ini. Lalu mulai menanam bibit-bibit
yang tak berpenyakit. Belajar untuk bersaing dengan adil, untuk saling menghormati, untuk tidak sok tahu
dan masih banyak lagi yang harus kita benahi dari cara-cara kotor yang sudah
mewabah. Bodohnya kita, jika masih terus
membelai lembut cara ini. Egoisnya kita jika masih merawatnya atas dasar
kepentingan pribadi. Kita hidup bersama dan akan selalu membutuhkan. Ini yang
harus kita bangun. Jika tidak, pohon beringin yang membawa kedamaian, akan jadi
beringas, kering dari rasa kemanusian.
to bee continued...
#P_U
Tidak ada komentar:
Posting Komentar