Part 10 ~ Kantongi Iman dan Nalar
Di gelap tadi, sedikit kami bercumbu dengan nalar. Perihal tentang jihad yg kami kupas. Seorang dari kami sampaikan hadisnya, lalu digebuk dengan berbagai pertanyaan. sanad, makna katanya, keharmonisannya dgn ayat-ayat al-qur'an dan objek yang hendak dimaksud hadits tersebut, semuanya kami kupas.
Haji adalah jihadnya orang-orang lemah. Sementara jihadnya istri adalah berbuat baik dan patuh pada suaminya dalam hal-hal kebaikan. Ini labih dari cukup bagi kita untuk memahami bahwa jihad punya porsinya masing-masing. tidak terbetas pada satu jalan.
Artinya, jihad tak semata monoton pada kekerasan. Semua tergantung Pada objek yang perlu diselesaikan. Punya banyak jalan. Bahkan, jihad dalam peperangan menurut Nabi adalah jihad al-asghar (jihat kecil). Semntara berjuang melawan diri sendiri, kata Nabi itu adalah jihad yg paling besar. Saya kira in jelas. Tak perlu dirinci terlalu jauh.
Namun, yang menarik bagi saya adalah, jihad apa yang harus ditempuh ummat sekarang ini demi kejayaan islam? Apakah dengan menumpahkan darah seperti yang terjadi di timur tengah? Atau ikut berpolitik dan mendirikan khilafah seperti yang terjadi di negara-negara yang berfaham demokrasi? Namun, dua jalan ini tak semestinya membatasi pilihan yang harus kita tempuh. Banyak hal perlu kita pertimbangkan.
Untuk jawabannya, masih aku raba-raba. Atau mari kita renungkan berjama'ah. Jangan terburu-buru dalam menyimpulkan. Aku yakin kalian masih berbeda dengan mereka. yang beragama dengan hanya bermodalkan semangat. Lalu iman dan nalarnya mereka kantongi.
to bee continued..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar