Part 4 – Jalan
"Setelah kembali dibantai oleh beliau dengan berbagai pertanyaan yang menurutnya sederhana, namun tetap saja itu terasa susah bagiku. Menyuruhku untuk terbang sementara bulu-bulu sayapku baru tumbuh, saya rasa itu agak konyol tapi lumayan mendidik sih"
Suara bising penghuni-penghuni kamar membuatku kembali terjaga dari tidurku. "Masih jam 11 malam, padahal barusannya mimpi-mimpi indah hiasi tidurku, sialan lo pada" sedikit gerutu batinku dengan kesal. Tapi kembali kutepis dengan rasa terima kasih. Sebab, sudah membangunkanku lebih awal dari rencana belajar bersama subuh yang masih menanti beberapa jam lagi.
Mata sudah terlanjur melek, rasa lelah seharian juga sudah terobati, lebih baik langsung mulai belajar saja. Sesuai mengguyur muka dengan air dingin kemudian kembali kuambil buku tebal yang bertumpukan di atas kasurku. Sembari menyedup teh hangat kubuka dan kutelaah kembali lembaran yang telah kupelajari dari seminggu yang lalu. Kubaca pelan-pelan biar lebih faham lagi. "Kan lumayan buat cadangan biar bisa jawab pertanyaan-pertanyaan syaikh besok pagi" ujar batinku mencoba menyemangati diri.
Jarum jam masih melaju menyambut subuh. Sialan, baru pukul 00:30 dini hari, sementara mataku sudah kembali redup. Waduh, sepertinya segelas teh tak cukup temani aku begadang. Kutinggalkan sejenak buku, lalu ikut gabung main PS dengan teman-teman yang masih tekun memainkan PEES 2017 dengan stamina fit. Benar-benar, kalau main game itu tembus pagi pun bisa.
Setelah cukup terhibur, kembali kuhampiri buku yang sudah menunggu untuk kembali dijamah. Kulanjutkan hingga jam alarm temanku berbunyi, itu pertanda kalau subuh sudah datang. Maklum, di sini tak ada kokokan ayam yang bisanya bangunkan warga. Sedikit kupejamkan mata untuk memberi hak pada tubuh yg sudah kelelahan, lagian ulangannya jam 10 pagi kok. Pada akhirnya kupilih untuk istirahat saja.
Tepat pukul 11 pagi seusai dikeroyok pertanyaan-pertanyaan syaikh, tiba-tiba beberap nasihat berjatuhan. "kau sudah bersusah-payah belajar tapi tidak dengan metode yang tidak tepat. Itu seperti kau melubangi batu dengan telunjukmu. Sekalipun telunjukmu berubah menjadi ibu jari tapi itu tidak akan beda jauh. Dapat sih iya, hanya saja butuh waktu yang sangat lama. Sementara kalian di sini hanya dengan waktu yang sangat singkat. Belajarlah dengan metode yang tepat, agar usaha kalian tidak terlalu sia-sia tapi menjadi lebih berkualitas"
Usahaku menghafal semua defenisi-defenisi kaidah semalaman ternyata masih kurang. Tak selamanya kuantitas mempengaruhi kualitas. Begitulah harusnya pelajar mencari metode khusus dan jitu untuk sukses dalam pembelajaran. Terdengar sangat mudah bukan? iya, tapi tak semudah perealisasiannya. Tapi, setidaknya target selanjutnya adalah mencari jalan yang tepat untuk berjuang. Lagi-lagi aku butuh petunjuk dari dari semua pengalaman yang telah beliau lalui. Bismillah, sepertinya jalan selanjutnya akan lebih menarik.
#P_U
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar